Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

BERDAMAI DENGAN KEKURANGAN

Gambar
Suatu kali aku diam termenung, menekuk kakiku dan kusandarkan kepalaku yang berat. Jika di depan aku terlihat kuat namun sebenarnya jauh dilubuk hatiku yang terdalam aku rapuh. Kerinduan untuk hidup selayaknya orang normal mulai datang lagi, kini rindu itu semakin merekat hingga mampu membuatku stress. Hidup dengan jarum menyayat pikiranku. Kadar gula darah yang buruk sesekali memonopoli hariku.  Begitulah kira-kira jikalau aku sedang stress dengan rangkaian pola hidupku. Namun ada saja cara Tuhan untuk membuatku memunculkan senyumku kembali dan melupakan sejenak kesedihan yang selalu monoton, setidaknya "sejenak melupakan" meskipun kutahu itu "akan kembali". Ya, Tuhan menghadirkan banyak sekali orang-orang yang menghiburku dikala aku sedang dalam titik lemah. Entah kenapa rasanya sulit sekali berdamai dengan kekuranganku. Terlebih ketika aku lebih dalam belajar mengenai penyakitku dan boommmm, seperti ledakan yang memporak-porandakan pikiranku.  Bagaimana jika...

PUISI - Disini Aku

Gambar
Disini aku .. Melangkahkan kaki memasuki ruangan redup, hening.. hanya deru air mata yang berbicara Segelintir orang lalu lalang penuh tatapan kosong Wanita paruh baya berlutut di samping tempat tidur mengalihkan fokusku Ya, wanita yang memegangi tubuh kaku dan membiru Eratt sekali, seakan tak ingin berpaling sedetikpun Ku layangkan sentuhan lembut dibahu yang terkulai Memberikan rangkulan hangat dan tepukan penguatan Derasnya air mata melukiskan perpisahan mendalam Tak ada kata yang teruntai mampu menilik   hati insan yang tersayat Lirih perih Disini aku .. Menyambut jiwa datang dan melepasnya juga pergi Aku setengah dari kisah mereka Pilu hati menyaksikan perjuangan akhir, tapi apa daya mata tak mampu berkaca-kaca Harus berani meneguhkan diri, baru bisa menguatkan yang lain, benar bukan? Relakanlah dan ikhlaskanlah Agar jiwa bisa kembali terbang dengan damai Mata tertutup telinga mendengar Sekalipun...