PUISI - Disini Aku
Melangkahkan kaki memasuki ruangan redup, hening..
hanya deru air mata yang berbicara
Segelintir orang lalu lalang penuh tatapan kosong
Wanita paruh baya berlutut di samping tempat tidur
mengalihkan fokusku
Ya, wanita yang memegangi tubuh kaku dan membiru
Eratt sekali, seakan tak ingin berpaling
sedetikpun
Ku layangkan sentuhan lembut dibahu yang terkulai
Memberikan rangkulan hangat dan tepukan penguatan
Derasnya air mata melukiskan perpisahan mendalam
Tak ada kata yang teruntai mampu menilik hati insan yang tersayat
Lirih perih
Disini aku ..
Menyambut jiwa datang dan melepasnya juga pergi
Aku setengah dari kisah mereka
Pilu hati menyaksikan perjuangan akhir, tapi apa
daya mata tak mampu berkaca-kaca
Harus berani meneguhkan diri, baru bisa menguatkan
yang lain, benar bukan?
Relakanlah dan ikhlaskanlah
Agar jiwa bisa kembali terbang dengan damai
Mata tertutup telinga mendengar
Sekalipun mulut terkunci rapat namun kata hati
tetap berbicara
Bisikkanlah pesan yang tak tersampaikan
Hidup tak selamanya hidup, hidup adalah fana
Sakit yang mereka rasakan, sirna sudah,
benar-benar sirna
Takkan ada lagi senyum mampu ukirkan hariku
bersama mereka
Yang telah tenggelam dalam kenangan
Disini aku ..
Membenarkan statement "sakit penyakit adalah sebuah cerita untuk
mengantarkan seseorang pada kematian"
Dimana “Kematian adalah garis akhir hidup didunia”
By : Riana
Makna Kata

Komentar
Posting Komentar