I'm not alone
Selama
tiga hari aku menjalani rawat inap. Infusku sudah menjadi dua line, dikarenakan
cairan yang terlalu pekat tidak boleh digabungkan linenya dengan jalur insulin
drip yang kudapatkan. Pemeriksaan gula darah perjam cukup membuat jariku kebas
dan muncul kebiruan. Beberapa kebiruan juga rupanya menghiasi kedua
lenganku.
Kondisiku
perlahan-lahan mulai pulih. Sepanjang menjalani perawatan aku sangat salut dan
terharu dikarenakan anak kamarku mengorbankan diri untuk menjagaku padahal
mereka sedang menjalani UAS. Bahkan mereka rela direpotkan untuk membawakan
keperluanku, merawatku, menyiapkan segala yang aku butuhkan. Hal lain yang
membuatku terharu adalah mereka sampai membawa laptop ke RS untuk belajar dan
menjagaku. Tak sanggup berkata apa-apa lagi, intinya aku sangat bersyukur
mengenal mereka dalam hidupku. Mereka tak menutut balasan apapun yang
terpenting adalah aku pulih kembali dan berkumpul bersama dengan mereka di
kamar.
Teruntuk
untuk pic kamarku, aku sangat bersyukur Tuhan ijinkan ia hadir dalam hidupku,
terlalu banyak hal yang aku rasa aku sangat membebaninya. Mengurus bpjs,
menemaniku sepanjang perawatan, rela tidur di lantai, selalu ceriwis aku ga
boleh makan ini dan itu dulu.. Banyak memori yang ia ciptakan. Jauh di relung
hati terdalam aku ingin berterimakasih dan maaf jika aku merepotkan.
Teman-teman
yang lain berdatangan untuk menjengukku, aku tak pernah kesepian kala itu,
selalu ada cara unik dari setiap mereka untuk membuatku tersenyum. Tiap candaan
yang mereka ciptakan mengukir kenangan terindah hidupku. Kedatangan mereka
ketika menjengukku rupanya membutuhkan pengorbanan tersendiri, ditegur satpam
dikarenakan jumlah orang yang terlalu banyak, bahkan ada yang sampai
sembunyi-sembunyi dikarenakan menjenguk di waktu yang tidak tepat.
Ada
yang mengungkapkan rasa bingung untuk membawakan buah tangan apa untuk menjengukku
dikarenakan aku tak boleh mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Ada juga yang
sepertinya tak kehabisan akal dan membawakanku tissue sebagai buah
tangan.
Dibalik
itu semua ada juga satu orang yang selalu ada disampingku menjadi motivator
disaat berada di jalan yang buntu. Ya, dia adalah ciciku. Kami tidak sedarah
namun kami dipersatukan dalam Tuhan. Ketika aku dalam keadaan terpuruk, ia
memelukku. Ada masa ketika itu ada yang bilang "diabetes itu ga bisa
sembuh, belum ada obatnya yang bisa nyembuhin, hanya bisa dikontrol", air
mataku tumpah. Aku marah. Aku sempat menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi
dalam hidupku, dan aku terus bertanya mengapa aku yang harus mengalaminya?
kenapa Tuhan begitu tidak adil? masih banyak yang ingin kulakukan, namun
semuanya harus ku kubur dalam-dalam. Namun ketika itu, cici yang berada
disampingku memelukku erat, ia mengelus rambutku dengan penuh kelembutan
"ri, cici tahu kamu sedih, marah, luapin semuanya, gapapa.. tapi inget
kamu harus bangkit setelah ini. Marah sama Tuhan, nangis terus-terusan ga akan
mengubah apapun dan hanya akan memupuk kepahitan sama Tuhan..", aku begitu
terpukul mendengar perkataan itu, dadaku kembali sesak dan ku tarik napas
dalam.
Aku
tak boleh kalah sama penyakitku, aku berdoa pada Tuhan dan menyerahkan
sepenuhnya hidupku dalam tangan Tuhan. Aku mau percaya bahwa segala sesuatu
yang terjadi dalam hidupku, Tuhan pasti punya rencana dan selalu pegang
kendali.
Setiap
kali ada yang datang menjenguk kuberikan wajah ceria, gak boleh
terlihat lemah ya riana.
Aku
percaya bahwa di setiap kisah hidup ada orang-orang yang selalu hadir
memberikan semangat, dan menurutku itu adalah cara Tuhan untuk bilang
"You're not alone and I'm with you".

selalu memberkati❤
BalasHapusI'm with you kak ri
BalasHapusSemangat kakak 💗
BalasHapusTetap Semanggat Riana....
BalasHapustidak ada yang mustahil untuk kita jalani bilamana kita selalu semanggat, setia dan berkomitmen.
diabetes melitus tidak akan bisa menghalangi dirimu untuk "go Higher" dan meraih semua mimpi2 mu..
GBU as always.
Tetap Semanggat Riana....
BalasHapustidak ada yang mustahil untuk kita jalani bilamana kita selalu semanggat, setia dan berkomitmen.
diabetes melitus tidak akan bisa menghalangi dirimu untuk "go Higher" dan meraih semua mimpi2 mu..
GBU as always.
Semangat riana, Tuhan selalu menyertai kamu😊
BalasHapus