MENGGURUI DIRI SENDIRI
Menggurui
diri sendiri, pernah mendengar istilah ini?
Aku seorang mahasiswa keperawatan yang sekarang sudah melewati sidang skripsi S.Kep, yah meskipun belum yudisium atau pengesahan. Aku masih harus melewati beberapa tahapan lagi sampai aku officially menjadi perawat sesungguhnya. Profesi, try out dan ujian kompetensi, itulah yang aku harus lewati.
Aku seorang mahasiswa keperawatan yang sekarang sudah melewati sidang skripsi S.Kep, yah meskipun belum yudisium atau pengesahan. Aku masih harus melewati beberapa tahapan lagi sampai aku officially menjadi perawat sesungguhnya. Profesi, try out dan ujian kompetensi, itulah yang aku harus lewati.
Ketika
aku terdiagnosis diabetes aku masih belum terpapar materi tentang penyakitku,
bahkan aku tidak tahu kalau diabetes itu gak bisa sembuh hanya bisa di kontrol.
Aku sedang berada di semester empat saat itu dan semester lima aku mendapatkan
materi diabetes. Masih ada rentang waktu beberapa minggu sebelum memulai perkuliahan,
aku buta akan penyakitku.
Jauh dibalik itu semua, perhatian, kasih sayang terus berdatangan mulai dari dosen, teman-teman, adik tingkat, dorm parent maupun RA. Masukan demi masukan ku resapi. Dosen pembimbing akademikku paling sibuk untuk menjaga agar gula darah ini tidak menjadi nakal kembali. Beliau sangat berjasa dalam hidupku. Ia sudah seperti ibu kedua bagiku.
Jauh dibalik itu semua, perhatian, kasih sayang terus berdatangan mulai dari dosen, teman-teman, adik tingkat, dorm parent maupun RA. Masukan demi masukan ku resapi. Dosen pembimbing akademikku paling sibuk untuk menjaga agar gula darah ini tidak menjadi nakal kembali. Beliau sangat berjasa dalam hidupku. Ia sudah seperti ibu kedua bagiku.
Sepanjang
liburan di rumah aku sibuk untuk mengatur gula darahku supaya tetap dalam
rentang normal. Pengecekan gula, suntik insulin, atur makanan, begitulah
kira-kira. Lebih berat lagi ketika papa mengeluarkan omelannya saat aku
curi-curi untuk makan snack. Pertanyaan demi pertanyaan dari tetangga
bergerombol, harus ku siapkan kalimat yang sama supaya tidak lelah menjawab
tiap pertanyaan yang sama. Rasanya berat ketika mendapat pertanyaan seperti
itu, penyakit ini, kenapa harus menimpaku? pikirku sejenak...
Ketika aku bingung dengan beberapa kinerja dari insulin aku bertanya pada google ataupun dosenku.
....
Ketika aku bingung dengan beberapa kinerja dari insulin aku bertanya pada google ataupun dosenku.
....
Ketika
aku lelah aku curhat dengan dosen maupun temanku dan motivasi mereka
menyegarkan pikiranku kembali.
Ketika aku mengeluh sama Tuhan, Tuhan tegur bahwa penyakit bukanlah alasan untuk aku ga bisa menjalani hidup. Justru sebaliknya, penyakit adalah alasan untuk aku bisa menjalani hidup dan memaknainya.
Ketika aku mengeluh sama Tuhan, Tuhan tegur bahwa penyakit bukanlah alasan untuk aku ga bisa menjalani hidup. Justru sebaliknya, penyakit adalah alasan untuk aku bisa menjalani hidup dan memaknainya.
...
Teori
demi teori ku coba serap dengan baik, baik itu materi pembelajaran maupun
materi kehidupan. Sampai akhirnya aku menginjakkan kaki di semester lima dan
berhadapan dengan materi tentang diabetes di kelas. Menambah pengetahuan namun
menjadi boomerang jika tidak ku praktekan dengan baik. Diabetes berhubungan
erat dengan darah, dan darah mengalir di seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali,
artinya berkaitan erat dengan semua sistem tubuh. Apabila rusak tentunya akan
terjadi ketidakseimbangan dengan sistem tubuh yang lain.
Aku
bisa menjelaskan kepada yang lain tentang teorinya namun ketika di aplikasikan
ternyata tidak mudah. Aku menyadari bahwa aku harus menjadi role model terlebih
dahulu, barulah aku bisa memahami betapa sulitnya perjuangan untuk menjalankan
sesuatu yang mengharuskan seseorang keluar dari zona nyaman.
Komentar
Posting Komentar