Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

MENGGURUI DIRI SENDIRI

Menggurui diri sendiri, pernah mendengar istilah ini? Aku seorang mahasiswa keperawatan yang sekarang sudah melewati sidang skripsi S.Kep, yah meskipun belum yudisium atau pengesahan. Aku masih harus melewati beberapa tahapan lagi sampai aku officially menjadi perawat sesungguhnya. Profesi, try out dan ujian kompetensi, itulah yang aku harus lewati. Ketika aku terdiagnosis diabetes aku masih belum terpapar materi tentang penyakitku, bahkan aku tidak tahu kalau diabetes itu gak bisa sembuh hanya bisa di kontrol. Aku sedang berada di semester empat saat itu dan semester lima aku mendapatkan materi diabetes. Masih ada rentang waktu beberapa minggu sebelum memulai perkuliahan, aku buta akan penyakitku. Jauh dibalik itu semua, perhatian, kasih sayang terus berdatangan mulai dari dosen, teman-teman, adik tingkat, dorm parent maupun RA. Masukan demi masukan ku resapi. Dosen pembimbing akademikku paling sibuk untuk menjaga agar gula darah ini tidak menjadi nakal kembali. ...

USIA BELIA

Gambar
Melangkah masuk, melirik sekitar dan duduk dibangku yang memanjang. Headseat terpasang manis di telinga, pandangan menatap ke layar hp dan sesekali melirik ke layar di depan mata, siaga jikalau nomer antrianku sudah di panggil. "Neng, sendirian saja? Ngantriin ortu ya?" suara tanya itu sontak membuatku melepas headseat dan menoleh "Oh tidak bu, saya memang mau berobat ke dokter penyakit dalam".. Salah satu tantangan terberat di usia belia dan harus kontrol rutin bulanan ke dokter spesialis penyakit dalam adalah menghadapi pertanyaan seperti ini.  .... Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis. Tahukah kalian jika penyakit kronis tidak lepas dari yang dinamakan kontrol rutin dengan dokter. Kontrol rutin tersebut guna mengevaluasi pengobatan, managemen penyakit, dan berbagai cek laboratorium. Kalau untuk diabetes sendiri cek lab yang dilakukan biasanya gula darah puasa dan gula darah sewaktu, hba1c, lalu ada juga cek ureum kreatinin.  Bagi penderita diabe...

Merangkai Pola Baru

Gambar
Kebiasaan seseorang tergantung pada konsistensi terhadap perubahan dan kontrol diri sendiri (Duhigg-The Power of Habits). Salah satu pakar kesehatan dr. Baumeister mengatakan "Kontrol diri yang keras merupakan hal yang bisa diperbaiki. Itu bukan sesuatu yang terkunci dan konstan". Pertanyaannya bagaimana jika perubahan tersebut bukanlah perubahan yang kita inginkan namun perubahan yang menutut atau memaksa. Dan jika tidak dilaksanakan akan menjadi ancaman, lantas bagaimanakah aku melewati perubahan yang nantinya akan menjadi kebiasaanku? Jika ditanya demikian ketika perubahan yang tidak meng-enak-kan itu maka aku tidak akan bisa memberikan jawaban. Untuk menerima sebuah kondisi yang merubah hidupku 180 ͒  tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tingkat adaptasi setiap orang berbeda, dan mungkin dalam hal ini adaptasi yang kumiliki cukup buruk. Mari kita mulai dengan jadwal sehari-hari yang akan berubah mulai hari setelah aku keluar dari rumah sakit. Jadwal makan pagiku...

Sahabat dan perhiasan berharga

Gambar
Frederick Banting dan Charles Best merupakan ilmuwan yang menemukan insulin pertama kali untuk penderita diabetes pada tahun 1920-an. Insulin adalah suatu hormon polipetida yang diproduksi dalam sel-sel β kelenjar Langerhaens pankreas. Insulin berperan penting dalam regulasi kadar gula darah. Hormon insulin yang diproduksi oleh tubuh dikenal dengan sebutan insulin endogen. Namun, ketika kalenjar pankreas mengalami gangguan sekresi dalam memproduksi hormon insulin, disaat inilah tubuh membutuhkan hormon insulin dari luar tubuh, dapat berupa obat buatan manusia atau dikenal dengan insulin eksogen. Kekurangan insulin dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes mellitus tipe 1 yang bergantung insulin. (Budiyanto, 2011). Singkatnya pankreas yang kumiliki sudah tidak mampu lagi memproduksi insulin sehingga aku harus mendapatkan pasokan insulin dari luar tubuh. Mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut diskusiku dengan dokterku pertama kali, ia mengatakan penyebabnya ...

I'm not alone

Gambar
Selama tiga hari aku menjalani rawat inap. Infusku sudah menjadi dua line, dikarenakan cairan yang terlalu pekat tidak boleh digabungkan linenya dengan jalur insulin drip yang kudapatkan. Pemeriksaan gula darah perjam cukup membuat jariku kebas dan muncul kebiruan. Beberapa kebiruan juga rupanya menghiasi kedua lenganku.  Kondisiku perlahan-lahan mulai pulih. Sepanjang menjalani perawatan aku sangat salut dan terharu dikarenakan anak kamarku mengorbankan diri untuk menjagaku padahal mereka sedang menjalani UAS. Bahkan mereka rela direpotkan untuk membawakan keperluanku, merawatku, menyiapkan segala yang aku butuhkan. Hal lain yang membuatku terharu adalah mereka sampai membawa laptop ke RS untuk belajar dan menjagaku. Tak sanggup berkata apa-apa lagi, intinya aku sangat bersyukur mengenal mereka dalam hidupku. Mereka tak menutut balasan apapun yang terpenting adalah aku pulih kembali dan berkumpul bersama dengan mereka di kamar. Teruntuk untuk pic kamarku, aku sangat bersyu...

Diabetic Ketoasidosis (Part 2)

Gambar
Malam itu untuk pertama kalinya aku memakai "insulin", benda yang kini menjadi sahabatku selamanya. Insulin dengan dosis 15 unit dan harus disuntik jam 22.00 WIB. Jenis insulin yang gunakan adalah insulin pen merk Levemir. Harganya tak tanggung-tanggung. Kocek yang kuroggoh untuk 1 pen sebesar Rp300.000 sudah termasuk beberapa jarum yang mungkin cukup satu minggu saja. Ditambah dengan biaya dokter kurang lebih sudah setengah juta yang kuhabiskan disatu hari hanya untuk pengobatan saja. Sehat itu mahal, loh. Candaku dalam hati. Berusaha menghibur diri karena sejujurnya pikiranku sudah sangat penat. ... Kulihat temanku membuka tutup jarum itu, bersiap-siap melayangkan jarum mungil ke lenganku. Rasa terpuruk melandaku ku ketika akan ditusukkan insulin, namun disisi lain ketika kulihat anak kamar memberikan semangat padaku muncul rasa bahagia dan bersyukur.  Aku tak sendirian,  bisik relung hati ini. Aku pasrahkan lenganku untuk ditusukan jarum mungil itu, tak berasa tap...

Diabetes tipe 1 (Part 1)

Gambar
Ini kisahku, dimana perubahan  besar terjadi dan mengharuskan aku keluar dari zona nyamanku. Aku merupakan seorang mahasiswa keperawatan, saat ini aku sudah menginjakkan kakiku di semester empat. Kalau kata orang sih bentar lagi bakal mencapai puncak terberat yaitu semester lima. Lebih beratnya lagi adalah aku harus menyelesaikan tiga semester dalam satu tahun. Kebanyakan mahasiswa libur bisa kurang lebih sebulan tetapi tidak denganku, libur semester hanya 1-2 minggu saja. Tidak apalah, karena pada kenyataannya sekarang aku menikmatinya meski terkadang tidak luput dari yang namanya mengel uh.  Quotes  yang selalu kupegang salah satunya "Hidup itu proses", dan ya, ini adalah proses yang harus kujalani. Gak boleh berhenti ditengah proses kan, dan ga boleh juga selalu ikut yang instan-instan, karena segala sesuatu yang instan itu memiliki dampak yang mungkin saja buruk. .... Biasanya mahasiswa di tingkat awal itu kudu wajib hukumnya untuk aktif di organisasi. Begi...